Ternyata long weekend sempat membuatku mampu memendam sejenak sesak,
yang jika mengingatnya saja dalam sekejap bisa mengambil alih fungsi otak besar untuk realistis.
Menurutku, kita itu menunjukkan dua, bukan personal, bukan mendominasi dan bukan pembatasan.
lalu, bukankah kau telah mengetahui diriku, sifatku serta egoku lebih dari siapapun?
pikirku so far kita telah melalui fase sulit itu, masa yang sangat berat untuk membentuk pondasi kokoh untuk bisa menopang yang akan dibangun diatasnya. but i almost wrong, sekarang barulah kita dipertemukan dengan fase itu. Kemarin bukanlah persamaan, lebih kepada perubahan.
we shouldn't change dear, but that differents should make us tighten.
Kita sangat susah untuk mendapatkan moment seperti itu.
Lalu bagaimana aku selama ini? Ahh, saatnya untuk mengistirahatkan hatiku dulu. sepertinya dia telah sangat lelah.. tired of being silent..
Semua ini hanyalah masalah prinsip dear,
i miss the real me, with no control dan segala macam pembatasan.
Ini dasar yang seharusnya semakin mengeratkan kita ternyata malah berbalik jadi pemisah.
Bukankah semakin kuat pasir digenggam maka semakin banyak pula yang akan lepas dari genggaman?
Bukannya tak ingin bertahan, just let me stand on my own decide. Hati rupanya tak sanggup untuk menampung lebih lagi.
Jangan kita paksakan lagi untuk melangkah maju jika memang disini masing-masing kita telah memilih jalan yang berbeda, akan lebih sukar nantinya.
Karena bahagia tak akan bisa diukur, kita yang menentukan.
and i've decide mine.....
